|
Saya, nama : Juju
Juarsih, tempat kerja : PT. ( Persero) Pelabuhan Indonesia III Cabang Tanjung
Intan Cilacap, Jabatan saya sebagai Asisten Manajer Personalia, ingin
menceritakan sedikit pengalaman mengikuti uji kompetensi telematika (Basic
Office).
Awalnya, PT. ( Persero) Pelabuhan
Indonesia III Cabang Tanjung Intan menerima surat sosialisasi untuk uji
kompetensi bidang telematika, khususnya operator komputer (Basic Office) dari
Lembaga Kursus SWK Cilacap, dengan ember-embel dibiayai BNSP alias Gratis.
General Manager dan Manajer kami mendisposisi surat
tersebut kepada kami “Udk” (Untuk
diketahui) alias diarsip tidak perlu ditindak lanjuti, karena mungkin tidak
mengerti atau tidak tertarik.
Namun beberapa hari kemudian, datanglah petugas dari
SWK menghadap kepada saya dan menjelaskan mengenai program sertifikasi nasional
dan uji kompetensi yang ditawarkan secara mendetail.
Jelaslah sudah bagi saya dan saya tertarik untuk ikut,
lalu saya katakan “ Ya, kita ikut. Namun Jumlah pesertanya masih harus kami
lihat lagi peta kemampuan staf kami”. Kemudian kami berkonsultasi dengan bagian
IT, maka diputuskan kami akan mengirimkan 27 orang untuk mengikuti uji
kompetensi itu. Lalu kami mengusulkan kepada GM dan akhirnya mendapatkan
persetujuan.
Saya merupakan salah satu dari peserta uji kompetensi
operator komputer (Basic Office) tersebut.
Awalnya beberapa peserta enggan untuk mengisi PKT (Form
Pengakutan Kompetensi Terkini) yang diberikan karena beberapa alasan antara
lain : Belum memahami pentingnya sertifikat kompetensi, takut kalau tidak
lulus, untuk apa, sulit apa tidaknya materinya dll.
Sebelum melaksanakan uji kompetensi kami mengundang
pihak penguji dari SWK untuk memberikan pengarahan di kantor kami, supaya
peserta menjadi lebih siap menghadapi uji kompetensi tersebut.
Namun setelah mendapatkan penjelasan langsung dari
Pihak SWK mereka dapat memahami dan mempersiapkan diri masing-masing.
Seumur hidup saya baru tahu dan melaksanakan sendiri
uji kompetensi bidang computer. Saya tidak menyangka materi yang diberikan jauh
lebih sulit dari yang sehari-hari kita kerjakan yang berkaitan dengan kemampuan
komputer yang dibutuhkan.
Tibalah saatnya uji kompetensi dilaksanakan. Saya
melaksanakan tes tersebut pada hari Jumat mulai pukul 07.00 WIB sampai dengan
pukul 11.30 WIB
Di sana kami diberikan pelayanan yang memuaskan mulai
dari fasilitas untuk ujian sampai dengan makan siang, snack minuman sudah dipersiapkan,
sehingga kami tidak perlu repot-repot lagi membawa atau mencari.
Kesan kami terhadap materi uji kompetensi tersebut :
- Para pegawai kurang familiar
dengan bahasa atau kata-kata yang digunakan dalam soal-soal yang diberikan
- Pada waktu asyik mengerjakan soal-soal, mereka kurang memperhatikan sisa waktu yang ada
- Tidak meratanya kemampuan kompetensi terlihat dari nilai yang sangat ekstrem, mungkin karena
mereka belajar secara autodidak dan dalam pekerjaannya sehari-hari hanya
pekerjaan itu saja yang dilaksanakan, sehingga kompetensi yang lain yang
terkait tidak dipahami / tidak dipelajari
Bagi saya sendiri uji kompetensi ini sangat berarti
dan penting untuk memperhatikan SDM kita menuju globalisasi nanti, sehingga
kompetensi kami mendapatkan pengakuan dan Pengesahan dari pihak yang berwenang.
Kami sangat berterima kasih kepada Lembaga Kursus LSP
SWK yang telah memberikan kesempatan untuk maju kepada kami sehingga kami tahu
kemampuan dan kekurangan kami masing-masing, serta kemampuan mana yang harus
dikembangkan dan dilatih lagi.
2009-03-11 - Juju Juarsih - Asisten Manajer Personalia
|